Blogger news

Tuesday, 12 November 2013

Hikmah Didahulukan Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an


Manusia ketika hilang matanya, maka hilanglah segalanya, hidup dalam kegelapan sepanjang waktu, tidak bisa melihat apa-apa...
Akan tetapi kalau manusia kehilangan pendengarannya, maka dia masih bisa melihat. Pada saat itu, musibah yang ia derita lebih ringan daripada ia kehilangan mata.
Akan tetapi Allah ta'alaa ketika menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an selalu didahulukan daripada penglihatan.
Sungguh, ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Allah telah mengutamakan dan mendahulukan pendengaran daripada penglihatan. Sebab, pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja ketika di dunia, juga merupakan organ yang pertama kali siap bekerja pada saat akhirat terjadi. Maka pendengaran tidak pernah tidur sama sekali.
Sesunguhnya pendengaran adalah organ tubuh manusia yang pertama kali bekerja ketika seorang manusia lahir di dunia. Maka, seorang bayi ketika saat pertama kali lahir, ia bisa mendengar, berbeda dengan kedua mata. Maka, seolah Allah ta'alaa ingin mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, maka apabila engkau datang disamping bayi tersebut beberapa saat lalu terdengar bunyi kemudian, maka ia kaget dan menangis. Akan tetapi jika engkau dekatkan kedua tanganmu ke depan mata bayi yang baru lahir, maka bayi itu tidak bergerak sama sekali (tidak merespon), tidak merasa ada bahaya yang mengancam. Ini yang pertama.
Kemudian, apabila manusia tidur, maka semua organ tubuhnya istirahat, kecuali pendengarannya. Jika engkau ingin bangun dari tidurmu, dan engkau letakkan tanganmu di dekat matamu, maka mata tersebut tidak akan merasakannya. Akan tetapi jika ada suara berisik di dekat telingamu, maka anda akan terbangun seketika. Ini yang kedua.
Adapun yang ketiga, telinga adalah penghubung antara manusia dengan dunia luar. Allah ta'alaa ketika ingin menjadikan ashhabul kahfi tidur selama 309 tahun, Allah berfirman:
فضربنا على آذانهم في الكهف سنين عددا (الكهف: 11)
Maka Kami tutup telinga-telinga mereka selama bertahun-tahun (selama 309 tahun, lihat pada ayat 25 berikutnya -pent) (Q.S. Al-Kahfi: 11)
Dari sini, ketika telinga tutup sehingga tidak bisa mendengar, maka orang akan tertidur selama beratus-ratus tahun tanpa ada gangguan. Hal ini karena gerakan-gerakan manusia pada siang hari menghalangi manusia dari tidur pulas, dan tenangnya manusia (tanpa ada aktivitas) pada malam hari menyebabkan bisa tidur pulas, dan telinga tetap tidak tidur dan tidak lalai sedikitpun.
Dan di sini ada satu hal yang perlu kami garis bawahi, yaitu sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Fushshilat:
وما كنتم تستترون أن يشهد عليكم سمعكم ولا أبصاركم ولا جلودكم، ولكن ظننتم أن الله لا يعلمو كثيرا مما تعملون (فصلت: 22)
Dan kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian yang dilakukan oleh pendengaranmu, mata-mata kalian, dan kulit-kulit kalian terhadap kalian sendiri, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan. (Q.S. Fushshilat: 22)
Kenapa kalimat "pendengaran" dalam ayat tersebut berbentuk tunggal (mufrad) dan kalimat "penglihatan" dan "kulit" dalam bentuk jamak ? Padahal, bisa saja Allah mengatakannya:
أسماعكم ولا أبصاركم ولا جلودكم
Pendengaran-pendengaran kalian, penglihatan-penglihatan kalian, dan kulit-kulit kalian.
Dan memang konteks ayatnya adalah pendengaran dan penglihatan (bentuk tunggal) atau pendengaran-pendengaran dan penglihatan-penglihatan (bentuk jamak). Akan tetapi Allah ta'alaa dalam ayat di atas -yang demikian rinci dan jelas- ingin mengungkapkan kepada kita tentang keterperincian Al-Qur'an yang mulia. Maka mata adalah indera yang bisa diatur sekehendak manusia, saya bisa melihat dan bisa tidak melihat, saya bisa memejamkan mata bila saya tidak ingin melihat sesuatu, memalingkan wajahku ke arah lain, atau pun mengalihkan pandanganku ke yang lain yang ingin saya lihat. Akan tetapi telinga tidak memiliki kemampuan itu, ingin mendengar atau tidak ingin mendengar, maka anda tetap mendengarnya. Misalnya, anda dalam sebuah ruangan yang di sana ada 10 orang yang saling berbicara, maka anda akan mendengar semua suara mereka, baik anda ingin mendengarnya atau tidak; anda bisa memalingkan pandangan anda, maka anda akan melihat siapa saja yang ingin anda lihat dan anda tidak bisa melihat orang yang tidak ingin anda lihat. Akan tetapi, anda tidak mampu mendengarkan apa yang ingin anda dengar perkataannya dan tidak juga mampu untuk tidak mendengar orang yang tidak ingin anda dengar. Paling-paling anda hanya bisa seolah-olah tidak tahu atau seolah-olah tidak mendengar suara yang tidak ingin anda dengar, akan tetapi pada hakikatnya semua suara tersebut sampai ke telinga anda, mau atau pun tidak.
Jadi, mata memiliki kemampuan untuk memilih; anda bisa melihat yang itu atau memalingkan pandangan mata dari hal itu, saya pun demikian, dan orang lain pun demikian, sedangkan pendengaran; setiap kita mendengar apa saja yang berbunyi, diinginkan atau pun tidak. Dari hal ini, maka setiap mata berbeda-beda pada yang dilihatnya, akan tetapi pendengaran mendengar hal yang sama. Setiap kita memiliki mata, ia melihat apa saja yang ia mau lihat; akan tetapi kita tidak mampu memilih hal yang mau kita dengarkan, kita mendengarkan apa saja yang berbunyi, suka atau tidak suka, sehingga pantas Allah ta'alaa menyebutkan kalimat "pandangan" dalam bentuk jamak, dan kalimat "pendengaran" dalam bentuk tunggal, meskipun kalimat pendengaran didahulukan daripada kalimat penglihatan. Maka pendengaran tidak pernah tidur atau pun istirahat. Dan organ tubuh yang tidak pernah tidur maka lebih tinggi (didahulukan) daripada makhluk atau organ yang bisa tidur atau istirahat. Maka telinga tidak tidur selama-lamanya sejak awal kelahirannya, ia bisa berfungsi sejak detik pertama lahirnya kehidupan yang pada saat organ-organ lainnya baru bisa berfungsi setelah beberapa saat atau beberapa hari, bahkan sebagian setelah beberapa tahun kemudian, atau pun 10 tahun lebih.
Dan telinga tidak pernah tidur, ketika engkau sedang tidur maka semua organ tubuhmu tidur atau istirahat, kecuali telinga. Jika terdengar suara disampingmu maka spontan engkau akan terbangun. Akan tetapi, jika fungsi telinga terhenti, maka hiruk-pikuk aktivitas manusia di siang hari dan semua bunyi yang ada tidak akan membangunkan tidur kita, sebab alat pendengarannya (penerima bunyi) yaitu telinga tidak bisa menerima sinyal ini. Dan telinga pulalah yang merupakan alat pendengar panggilan penyeru pada hari qiamat kelak ketika terompet dibunyikan.
Dan mata membutuhkan cahaya untuk bisa melihat, sedangkan telinga tidak memerlukan hal lain. Maka, jika dunia dalam keadaan gelap, maka mata tidak bisa melihat, walaupun mata anda tidak rusak. Akan tetapi telinga bisa mendengar apapun, baik siang maupun malam; dalam gelap maupun terang benderang. Maka telinga tidak pernah tidur dan tiak pernah berhenti berfungsi. ( 04 sept 2003M. )


Tuesday, 15 October 2013

MEMBUAT TOMBOL TEXT AREA SHOW ALL

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
السلام عليكم

Berjumpa kembali dengan ane,semoga kalian tetap di bawah lindunganNya,AMIEN...
Kali ini ane mau berbagi bagimana membuat Tombol Text  Area Show All
Langkah-langkahnye :

1. Buka entri baru
2. Masuk di HTML sebelah
3. Copast Code/scrip di bawah
4. Kemudian masukan text / code  yang saudara  ingin tampilkan di dalam  kotak area /ganti tulisan yang berwarna hijau dengan     text/code saudara


 Gampang kan..
selamat mencoba !!!!!!!!!!

TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI BLOG ANE ....

PERCANTIK BLOG DENGAN GEDGET CALENDER & JAM


بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم 
السلام عليكم 

 Bagi para blogger yang ingin mempercantik blog kalian dengan widget jam dan calender, nih ane bagi caranye :
1. Pertama-tama Login ke akun saudara
2. pilih tata letak / lay out
3. add gedget
4. pilih HTML/Java script
5.pilih salah satu code/scrip HTML dibawah
6. Kemudain copy paste code HTML di bawah ini
7. kemudian save
TERIMAKSIH SUDAH MAMPIR DI BLOG ANE,,,

Monday, 7 October 2013

Cinta Rasulullah
Oleh :
Alwi Shahab
 
 

Dalam sejarah Islam kita akan mendapati betapa kesetiaan dan kecintaan para sahabat yang tiada taranya terhadap Nabi Muhammad SAW. Zaid bin Ad Du-Tsunnah ketika hendak dihukum pancung kaum Quraisy, oleh Abu Sufyan ditanya, ''Zaid! Relakah engkau andai kata Muhammad berada pada tempatmu, sedangkan engkau aman tenteram di tengah-tengah keluargamu?

''Dengan tegas Zaid menjawab, ''Jangan kan yang itu, bahkan di saat aku dalam keadaan seperti sekarang ini, aku tak akan rela andai kata Rasulullah dicucuk duri di rumah beliau.'' Menyaksikan betapa cinta Zaid dan bersedianya dia menebus Rasulullah dengan jiwa raganya, Abu Sufyan menggeleng-gelengkan kepala.

Katanya, ''Saya belum pernah melihat seseorang yang dicintai oleh para sahabatnya seperti mereka mencintai Muhammad.'' Kemudian Zaid dipancung batang lehernya, gugur sebagai syahid. Zaid melambangkan cinta kasih, iman, dan loyalitas yang tidak ada taranya terhadap Islam.

Seorang tawanan Quraisy lainnya adalah Khubaib bin Ady. Ketika hendak dipancung, dia terlebih dahulu minta dibolehkan shalat dua rakaat. Setelah shalat, ia berkata, ''Demi Allah! Andai kata aku tidak khawatir kalian menyangka aku gentar menghadapi maut, niscaya shalatku akan lebih panjang lagi.''

Sebelum dibunuh ia disalib dulu. Ketika itu Khubaib mengarahkan pandangannya yang memancarkan kilatan seraya berdoa, ''Ya Allah! Bilanglah jumlah mereka! Bunuhlah mereka satu demi satu, dan janganlah seorang pun dari mereka ditinggalkan!'' Mendengar doa itu pihak Quraisy terperanjat dan bertiarap, khawatir terkena kutukan doanya.

Mengetahui dirinya akan dihukum mati, Khubaib yang menjadi tawanan tokoh Quraisy Uqbah bin Harris terlebih dulu meminta pisau cukur untuk membersihkan dirinya dalam menghadapi maut. Ketika sedang bercukur, tiba-tiba anak yang empunya rumah yang baru pandai berjalan tertatih-tatih mendatanginya. Anak tadi duduk di atas pangkuannya, dan Khubaib membelainya dengan mesra.

Tatkala istri Uqbah melihat anaknya dalam keadaan serupa itu, dengan cemas diambilnya anak itu dan dibawanya pergi. Khubaib pun berkata, ''Anda khawatir kalau-kalau anak itu saya bunuh. Ketahuilah, bahwa agama saya melarang penganutnya bertindak khianat. Karena itu, anak Anda ini tidak akan saya cederai, apalagi membunuhnya.''

Pernah seorang pemuka Quraisy di Mekah begitu kagum mendapati kesetiaan para sahabat terhadap Rasulnya, hingga ia mengatakan, ''Aku pernah menyaksikan Kisra di Persia, Kaisar di Byzantium, dan Najasi di Etiopia. Namun, aku tidak pernah menyaksikan seorang raja di tengah-tengah kaumnya, seperti Muhammad di tengah-tengah sahabat-sahabatnya.

Sesungguhnya mereka tidak akan menyerahkan Muhammad walau bagaimanapun.'' Begitulah seharusnya sikap umat Islam kepada Rasulullah Muhammad SAW. Karena Rasulullah sudah wafat, kecintaan kepada beliau adalah dengan mengamalkan ajarannya dan meneladani perilakunya.
Sumber : Republika Online



Dosa Kolektif
Oleh :
Faisyal Riza
 
 

Dari Abi amr, jarir ibnu abdillah rodiyallahu anhu, telah bersabda Rosullullah SAW: Barang siapa di dalam Islam berbuat amal kebaikan maka padanya balasan pahala, dan pahala orang yang mengikuti sesudahnya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun, dan barang siapa di dalam Islam berbuat amal keburukan maka padanya balasan dosa, dan dosa orang yang mengikutinya sesudahnya tanpa mengurangi dosanya sedikit pun (Muslim).

Keberkahan yang amat besar dan kenistaan yang amat besar pula bagi manusia, apabila benar-benar merenungi hadits ini. Betapa tidak, dalam kehidupannya manusia hanya diliputi oleh dua perbuatan, yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruk. Tanpa kita sadari perbuatan baik kita dapat berimbas kebaikan bagi orang lain, tapi di lain pihak perbuatan buruk kita dapat berefek merugikan bagi orang lain.

Seandainya kita masih dapat mengingat kembali dan menghitung perbuatan kita, kemudian dengan itu kita dapat mengetahui berapa keburukan dan kebaikan yang harus ditambahkan pada pahala dan dosa kita. Karena kebaikan yang telah kita lakukan telah banyak dicontoh orang lain sehingga membawa kemaslahatan bagi semua orang. Selain itu juga kita harus berpikir dari sekian ribu keburukan yang telah kita lakukan, berapa banyak keburukan yang telah dicontoh orang lain, sehingga menjadikan koleksi dosa yang harus di pertanggungjawabkan semakin banyak. Timbulnya contoh yang buruk dapat menyebabkan hancurnya tatanan keteladanan.

Padahal keteladanan adalah kunci utama untuk memperbaiki akhlak. Kekuatan keteladanan lebih dapat diterima orang lain daripada sekadar nasihat-nasihat kosong tanpa implementasi. Setiap orang yang dinasihati pasti akan mencoba menilai perbuatan orang yang menasihati sebelum menerima wejangannya. Keberhasilan Rosulullah SAW dapat kita jadikan landasan dasar dari sikap tersebut. Dalam berdakwah beliau tidak hanya melemparkan wacana kosong kepada orang yang di dakwahi. Lebih dari itu beliau langsung menjadikan nasihat-nasihat beliau sebagai cara kehidupan beliau. Sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk menelaah sikap beliau yang tidak sesuai dengan perkataannya.
Ketika beliau menyampaikan wahyu dari Allah Alquran pastilah beliau sudah dapat melaksanakan apabila itu sebuah perintah dan sudah pasti sudah bisa meninggalkan apabila itu sebuah larangan. Inilah bukti kebenaran perkataan Aisyah radiyallahuanha ketika ditanya perihal ahlak Rosulullah SAW, dan beliau menjawab bahwa akhlak rasulullah SAW adalah Alquran.

Contoh keburukan yang terus diikuti akan menjadi suatu masalah yang kompleks. Satu orang yang melalukan kemudian diikuti satu orang lain sehingga menjadi kumpulan komunitas yang melakukan sebuah aktivitas yang sama. Terkadang kita tidak pernah tahu siapa yang memulai dan sampai kapan perbuatan itu akan berlanjut.

Adalah Abu Al-hasan Al-asy`ary salah satu penganut aliran mu`tazilah yang sebelum akhir hayatnya bertaubat kemudian kembali berpedoman kepada sumber yang dapat dipercaya, yakni Alquran dan As-sunah. Beliau meniggalkan keragu-keraguannya dalam membela assunah dan menjelaskan akidah yang baik. Di hari beliau meninggal atas jenazahnya di kumandangkan: "Hari ini telah meninggal seorang tokoh pendukung As-sunah".

Sikap Abu Alhasan Al-asyary ini merupakan contoh dari pengakuan seorang terhadap kesalahannya. Dan diumumkan kepada halayak luas agar kesalahan yang telah diperbuat tidak diikuti orang lain, karena dapat menjadi sumber keburukan bagi orang lain. Beliau memutus rantai estafet yang beliau mulai dengan maksud menghilangkan dosa yang akan dibuat oleh para pengikutnya yang akan menjadi tanggung jawab beliau.

Seorang yang menjadi sumber kebaikan dan suri teladan bagi orang lain akan menerima balasan yang berlipat ganda. Begitu juga sebaliknya tanggung jawab seorang yang berbuat buruk kemudian perbuatan itu diikuti orang banyak, dosa dari semua yang mengikuti akan ditanggung oleh si sumber perbuatan, seperti ada pepatah yang berbunyi: Siapa yang menabur benih maka bersiaplah untuk menuai hasilnya kelak. Wa Allahu a`lam bishawaf.
Sumber : Republika Online

Saturday, 8 June 2013

Hikmah Didahulukan Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an



Manusia ketika hilang matanya, maka hilanglah segalanya, hidup dalam kegelapan sepanjang waktu, tidak bisa melihat apa-apa...
Akan tetapi kalau manusia kehilangan pendengarannya, maka dia masih bisa melihat. Pada saat itu, musibah yang ia derita lebih ringan daripada ia kehilangan mata.

Akan tetapi Allah ta'alaa ketika menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an selalu didahulukan daripada penglihatan.
Sungguh, ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Allah telah mengutamakan dan mendahulukan pendengaran daripada penglihatan. Sebab, pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja ketika di dunia, juga merupakan organ yang pertama kali siap bekerja pada saat akhirat terjadi. Maka pendengaran tidak pernah tidur sama sekali.

Sesunguhnya pendengaran adalah organ tubuh manusia yang pertama kali bekerja ketika seorang manusia lahir di dunia. Maka, seorang bayi ketika saat pertama kali lahir, ia bisa mendengar, berbeda dengan kedua mata. Maka, seolah Allah ta'alaa ingin mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, maka apabila engkau datang disamping bayi tersebut beberapa saat lalu terdengar bunyi kemudian, maka ia kaget dan menangis. Akan tetapi jika engkau dekatkan kedua tanganmu ke depan mata bayi yang baru lahir, maka bayi itu tidak bergerak sama sekali (tidak merespon), tidak merasa ada bahaya yang mengancam. Ini yang pertama.

5 Pelajaran Penting


Sahabatku, di MyQ, Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah email, dari teman kakak saya, di Malang. Lumayan bagus, dan menyentuh. Bercerita tentang 5 pelajaran penting. Kurang lebih begini isi emailnya.

---------------------------

Roda Kehidupan


"Kehidupan itu selalu berputar layaknya sebuah roda, ada kalanya di hari ini kita merasakan kesedihan dan ada kalanya esok kita akan merasakan sebuah kebahagiaan dan begitu pula sebaliknya,karena itu jangan pernah menyerah pada kesulitan yang menghadang diri kita hari ini karena siapa tau sesungguhnya setelah kesedihan itu ada kebahagiaan yang siap menemani hari-hari kita di masa depan"


          Jika kita berbicara tentang hidup,maka pasti tak lepas dari permasalahan yang selalu rutin datang dalam hari-hari kita dan seakan tak ada habis-habisnya. menurut saya sendiri,memang wajar bahwa masalah itu datang seakan tak ada habisnya karena kehidupan itu mau atau tidak mau harus kita akui sebagai sebuah proses. pada awalnya mungkin kita hanya seorang anak yang sibuk dengan permasalahannya sendiri namun dalam beberapa waktu ke depan nanti ada kalanya kita akan menjadi orang dewasa yang tidak hanya harus mengurusi permasalahan diri sendiri belaka namun juga mengurusi permasalahan anak kita dan juga anggota keluarga lainnya. inilah yang menyebabkan dalam hidup itu selalu ada yang namanya proses pendewasaan. semakin lama permasalahan yang datang pada diri kita tidak akan menjadi semakin mudah,namun juga akan semakin tinggi tingkat kesulitannya. itulah yang membuat diri kita nantinya menemukan kedewasaan yang sesungguhnya.
          Kedewasaan yang sesungguhnya itupun tak bisa dibangun hanya bermodalkan sebuah kesedihan belaka karena kedewasaan itu dibangun diatas lika-liku kehidupan yang ada kalanya juga dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. perpaduan antara kesedihan dan kebahagiaan itulah yang akan membuat kedewasaan diri kita terasa makin lengkap. sama hal nya dengan kedewasaan,kehidupan itu sesungguhnya juga seperti itu. kehidupan tak bisa hanya dibangun diatas sebuah kesedihan karena ada kalanya kita juga akan dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. hanya saja terkadang kita terlalu gengsi untuk mengakuinya dan merasa lebih mudah untuk mengkritisi setiap kesulitan yang datang ketimbang mensyukurinya sebagai sebuah hal yang membantu proses pendewasaan diri kita.
          Banyak orang yang merasa dalam hidupnya seakan-akan penuh dengan kesedihan dan permasalahan yang tak kunjung usai hingga akhirnya mereka menyerah pada kesulitan yang menghadang dirinya sehari-hari tersebut. hal ini membuat hari-hari mereka selanjutnya tak menjadi lebih ringan melainkan menjadi makin berat dan serasa tak ada harapan lagi. padahal tidak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. bisa jadi ketika kita menyerah pada kesulitansaat ini,kita akan kehilangan optimisme diri kita dan pada akhirnya akan menyebabkan kebahagiaan yang kita harapkan makin menjauh dari hari-hari kita di masa depan.

Jadi,selalu pelihara optimisme dalam dirimu dan jangan biarkan rasa pesimis yang ada menghilangkan seluruh optimisme yang kita miliki karena sesungguhnya ketika kita kehilangan optimisme diri itulah saat-saat dimana kita benar-benar akan kehilangan kebahagiaan yang kita harapkan