Blogger news

Saturday, 8 June 2013

Hikmah Didahulukan Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an



Manusia ketika hilang matanya, maka hilanglah segalanya, hidup dalam kegelapan sepanjang waktu, tidak bisa melihat apa-apa...
Akan tetapi kalau manusia kehilangan pendengarannya, maka dia masih bisa melihat. Pada saat itu, musibah yang ia derita lebih ringan daripada ia kehilangan mata.

Akan tetapi Allah ta'alaa ketika menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an selalu didahulukan daripada penglihatan.
Sungguh, ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Allah telah mengutamakan dan mendahulukan pendengaran daripada penglihatan. Sebab, pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja ketika di dunia, juga merupakan organ yang pertama kali siap bekerja pada saat akhirat terjadi. Maka pendengaran tidak pernah tidur sama sekali.

Sesunguhnya pendengaran adalah organ tubuh manusia yang pertama kali bekerja ketika seorang manusia lahir di dunia. Maka, seorang bayi ketika saat pertama kali lahir, ia bisa mendengar, berbeda dengan kedua mata. Maka, seolah Allah ta'alaa ingin mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, maka apabila engkau datang disamping bayi tersebut beberapa saat lalu terdengar bunyi kemudian, maka ia kaget dan menangis. Akan tetapi jika engkau dekatkan kedua tanganmu ke depan mata bayi yang baru lahir, maka bayi itu tidak bergerak sama sekali (tidak merespon), tidak merasa ada bahaya yang mengancam. Ini yang pertama.

5 Pelajaran Penting


Sahabatku, di MyQ, Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan sebuah email, dari teman kakak saya, di Malang. Lumayan bagus, dan menyentuh. Bercerita tentang 5 pelajaran penting. Kurang lebih begini isi emailnya.

---------------------------

Roda Kehidupan


"Kehidupan itu selalu berputar layaknya sebuah roda, ada kalanya di hari ini kita merasakan kesedihan dan ada kalanya esok kita akan merasakan sebuah kebahagiaan dan begitu pula sebaliknya,karena itu jangan pernah menyerah pada kesulitan yang menghadang diri kita hari ini karena siapa tau sesungguhnya setelah kesedihan itu ada kebahagiaan yang siap menemani hari-hari kita di masa depan"


          Jika kita berbicara tentang hidup,maka pasti tak lepas dari permasalahan yang selalu rutin datang dalam hari-hari kita dan seakan tak ada habis-habisnya. menurut saya sendiri,memang wajar bahwa masalah itu datang seakan tak ada habisnya karena kehidupan itu mau atau tidak mau harus kita akui sebagai sebuah proses. pada awalnya mungkin kita hanya seorang anak yang sibuk dengan permasalahannya sendiri namun dalam beberapa waktu ke depan nanti ada kalanya kita akan menjadi orang dewasa yang tidak hanya harus mengurusi permasalahan diri sendiri belaka namun juga mengurusi permasalahan anak kita dan juga anggota keluarga lainnya. inilah yang menyebabkan dalam hidup itu selalu ada yang namanya proses pendewasaan. semakin lama permasalahan yang datang pada diri kita tidak akan menjadi semakin mudah,namun juga akan semakin tinggi tingkat kesulitannya. itulah yang membuat diri kita nantinya menemukan kedewasaan yang sesungguhnya.
          Kedewasaan yang sesungguhnya itupun tak bisa dibangun hanya bermodalkan sebuah kesedihan belaka karena kedewasaan itu dibangun diatas lika-liku kehidupan yang ada kalanya juga dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. perpaduan antara kesedihan dan kebahagiaan itulah yang akan membuat kedewasaan diri kita terasa makin lengkap. sama hal nya dengan kedewasaan,kehidupan itu sesungguhnya juga seperti itu. kehidupan tak bisa hanya dibangun diatas sebuah kesedihan karena ada kalanya kita juga akan dihadapkan pada sebuah kebahagiaan. hanya saja terkadang kita terlalu gengsi untuk mengakuinya dan merasa lebih mudah untuk mengkritisi setiap kesulitan yang datang ketimbang mensyukurinya sebagai sebuah hal yang membantu proses pendewasaan diri kita.
          Banyak orang yang merasa dalam hidupnya seakan-akan penuh dengan kesedihan dan permasalahan yang tak kunjung usai hingga akhirnya mereka menyerah pada kesulitan yang menghadang dirinya sehari-hari tersebut. hal ini membuat hari-hari mereka selanjutnya tak menjadi lebih ringan melainkan menjadi makin berat dan serasa tak ada harapan lagi. padahal tidak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan. bisa jadi ketika kita menyerah pada kesulitansaat ini,kita akan kehilangan optimisme diri kita dan pada akhirnya akan menyebabkan kebahagiaan yang kita harapkan makin menjauh dari hari-hari kita di masa depan.

Jadi,selalu pelihara optimisme dalam dirimu dan jangan biarkan rasa pesimis yang ada menghilangkan seluruh optimisme yang kita miliki karena sesungguhnya ketika kita kehilangan optimisme diri itulah saat-saat dimana kita benar-benar akan kehilangan kebahagiaan yang kita harapkan


Kekecewaan dan Realita Kehidupan


"Kekecewaan yang datang dalam hidup kita memang terkadang tak mampu kita hindari karena tak ada yang tau apa yang akan kita alami di masa depan, namun selalu yakinlah bahwa kekecewaan itu bukanlah sesuatu yang menyakitkan karena sesungguhnya dialah yang akan mengantarkan kita pada bentuk pemahaman yang lebih utuh mengenai realita kehidupan"

          Siapa yang dalam hidup ini tak pernah merasakan kekecewaan? pastinya tidak ada yang tidak pernah merasakan perasaan ini karena sebenarnya perasaan kecewa merupakan salah satu step dalam kehidupan yang pasti dilewati oleh setiap manusia. perasaan kecewa itu bisa timbul disebabkan oleh siapa saja tak terkecuali orang-orang terdekat kita. biasanya perasaan ini muncul karena tidak tercapainya ekspektasi yang kita miliki dalam hidup. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001) kata kecewa memiliki 3 arti. Pertama, kecil hati; tidak puas (karena tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb); tidak senang. Kedua, cacat; cela. Dan ketiga, gagal (tidak berhasil) dalam usahanya, dsb.

      Dari beberapa arti kecewa seperti yang dijelaskan diatas, tampaknya perasaan kecewa selalu digambarkan sebagai sesuatu yang negatif dan tidak mengenakkan untuk kita alami. hal ini tercermin dari kata tidak puas,tidak senang,dan tidak berhasil dalam usaha yang kita lakukan sebagai 3 arti dari kecewa seperti yang telah dijelaskan pada paragraf awal tadi. begitu negatifnya pemaknaan kata kecewa yang sering kita rasakan sampai-sampai banyak orang yang berupaya semaksimal mungkin untuk menghindarinya. memang harus kita akui bahwa perasaan kecewa itu terkadang terasa sangat menyakitkan sampai-sampai ada yang meluapkan perasaan kecewa tersebut dengan menangis dan lainnnya. masih belum lekang mungkin dalam ingatan kita ketika setiap tahunnya ada jutaan pelamar kerja yang harus menjalani ujian untuk dapat diterima di tempat kerja yang mereka inginkan.  hanya beberapa diantara mereka yang kemudian bisa berbahagia karena bisa diterima sedangkan sisanya harus menerima kekecewaan karena belum lolos seleksi kualifikasi untuk mendapatkan bentuk pekerjaan tersebut.
       Bagaimanapun upaya kita untuk menghindari kekecewaan, cepat atau lambat kita pasti akan mengalaminya. semakin kita mencoba menghindarinya maka kekecewaan itu juga akan makin dekat pada diri kita. karena ketika kita berusaha keras menghindarinya, perasaan yang kemudian muncul adalah bagaimana kita bisa menghibur diri kita sehingga tak benar-benar merasakan kekecewaan itu terlalu dalam. padahal kekecewaan itu tak perlu dihibur dengan angan kosong yang kita miliki. yang perlu kita lakukan ketika kekecewaan itu datang adalah hadapi dengan tenang,jalani dengan sabar dan maknai setiap rasa yang muncul didalamnya sebagai sebuah motivasi baru yang akan menguatkan kita di masa depan. memaknai kekecewaan itu sesungguhnya bukanlah sesuatu yang susah. anggaplah bahwa kekecewaan itu hanyalah sebuah step dalam kehidupan yang bertujuan untuk mengembangkan dan mendewasakan pemikiran kita. dengan begitu logikanya adalah setelah melewati kekecewaan itu kita harus menjadi pribadi yang lebih kuat. 
        Kalaupun kita merasa bahwa kekecewaan itu terlalu berat untuk dijalani karena kita memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi di masa depan,maka rancanglah ekspektasi yang sesuai dengan kemampuan kita saat ini. jangan biarkan ekspektasi diri yang kamu buat melebihi kemampuan yang kamu miliki saat ini. karena sesungguhnya ekspektasi lebih merujuk pada sebuah harapan jangka pendek,sehingga apabila ekspektasi yang kita buat terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kemampuan kita saat ini,maka yang akan kita terima selanjutnya hanyalah sebuah kekecewaan.  ekspektasi berbeda dengan mimpi, karena mimpi lebih merujuk pada harapan jangka pancang yang memang harus kita rancang mulai saat ini, sedangkan ekspektasi lebih merujuk pada harapan jangka pendek yang tentunya harus senantiasa disesuaikan dengan kemampuan kita saat ini.


MERENUNGI AYAT-AYAT INSPIRATOR


Posted        : Ulul Azmi U.
Sumber       : E-Book merenungi ayat-ayat inspirator ( Rahmat. ST)

Renungan 1: Shalat dan Shabar
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah:45-46)Kita sering kali mencari pertolongan ke sana ke mari saat kita ditimpa masalah,
namun kita (mungkin hanya saya), malah sering lupa untuk meminta pertolongan
kepada Allah SWT melalui shalat dan shabar. Shalat adalah bukti ketundukan
kita kepada Allah SWT, shalat adalah do’a, shalat adalah ibadah yang bukan
hanya memuji Allah SWT tetapi juga berisi permintaan-permintaan kita kepada
Allh SWT.

Kesuksesan sebagai buah dari Kegigihan


"Kesuksesan itu terkadang bukan hanya dimiliki oleh mereka yang beruntung ,namun juga dimiliki oleh orang yang tak mudah menyerah sepanjang kehidupannya"
      Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa untuk mampu memperoleh kesuksesan itu dibutuhkan timing atau waktu yang tepat, ada juga yang berpendapat bahwa sebuah kesuksesan itu adalah buah dari kegagalan yang sering kita alami di masa lalu itulah sebabnya kita harus sabar menanti kedatanganya sembari berusaha untuk melakukan yang terbaik, tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa kesuksesan itu juga ditentukan oleh faktor hoki atau yang sering kita sebut sebagai sebuah keberuntungan. beberapa pandangan itu tentunya tidak sepenuhnya salah karena pada kenyataannya memang ada beberapa kasus yang membuktikan keadaannya tersebut.

Konsistensi dalam Kesuksesan


"Sukses itu terkadang tak cukup hanya bermodalkan keberuntungan belaka,karena yang lebih dibutuhkan untuk meraih kesuksesan yang sebenarnya hanyalah konsistensi diri kita dalam menjalani setiap proses didalamnya"


          Ada orang-orang yang beranggapan bahwa sukses yang mereka dapatkan juga ditentukan oleh keberuntungan yang mereka miliki,padahal sesungguhnya orang yang bergantung pada keberuntungan dan percaya bahwa itulah kunci kesuksesan merupakan orang yang paling tidak beruntung yang pernah kita temui. hal ini karena sebenarnya sukses itu datang sebagai hasil dari kerja keras dan konsistensi yang kita miliki dalam setiap usaha kita untuk mendapatkan kesuksesan yang diharapkan.